Kembali ke Artikel
Gambar Luasnya Dunia Game Development: Tidak Hanya Tentang Membuat Game
Pengetahuan

Luasnya Dunia Game Development: Tidak Hanya Tentang Membuat Game

#pengetahuan #game #development


Ketika mendengar istilah game developer, sebagian orang mungkin langsung membayangkan seseorang yang duduk di depan komputer dan menulis kode untuk membuat sebuah game. Padahal, dunia pengembangan game jauh lebih luas daripada sekadar programming.

Sebuah game dapat dibuat oleh tim yang terdiri dari berbagai bidang, mulai dari programmer, game designer, 2D artist, 3D artist, animator, sound designer, writer, quality assurance, hingga producer atau project manager. Setiap bidang memiliki tugas, keterampilan, dan kebutuhan perangkat yang berbeda.

Hal ini menunjukkan bahwa orang dengan kemampuan dan perangkat yang sesuai dapat mempelajari serta berkontribusi dalam berbagai bagian proses pembuatan game.

1. Membuat Game Tidak Hanya Tentang Programming

Programming memang merupakan salah satu bagian penting dalam pengembangan game. Programmer bertugas membuat berbagai sistem agar game dapat berjalan sesuai dengan rancangan.

Namun, sebuah game tidak terbentuk hanya dari kode program. Pemain membutuhkan karakter, lingkungan, animasi, suara, musik, antarmuka, cerita, serta desain gameplay.

Karena itu, pengembangan game merupakan pekerjaan multidisiplin yang menggabungkan teknologi, kreativitas, desain, dan berbagai keahlian lainnya.

Sebagai contoh, sebuah game dapat melibatkan beberapa bidang berikut:

  1. Game Programmer untuk membuat sistem dan mekanisme permainan.
  2. Game Designer untuk merancang gameplay, aturan, dan pengalaman bermain.
  3. 2D Artist untuk membuat ilustrasi dan aset dua dimensi.
  4. 3D Artist untuk membuat model karakter, objek, dan lingkungan tiga dimensi.
  5. Animator untuk membuat gerakan karakter dan objek.
  6. UI/UX Designer untuk merancang antarmuka dan pengalaman pengguna.
  7. Sound Designer untuk membuat berbagai efek suara.
  8. Composer untuk membuat musik dalam game.
  9. Game Writer untuk menulis cerita, dialog, dan elemen naratif lainnya.
  10. Quality Assurance (QA) untuk menguji game dan menemukan berbagai masalah.
  11. Producer atau Project Manager untuk membantu mengatur proses pengembangan dan koordinasi tim.

Tidak semua orang harus menguasai seluruh bidang tersebut. Seseorang dapat memilih bidang yang paling sesuai dengan kemampuan, minat, dan tujuan yang ingin dikembangkan.

2. Spesifikasi Perangkat Menyesuaikan Pekerjaan

Salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan bagi pemula adalah spesifikasi komputer yang dibutuhkan untuk membuat game.

Jawabannya bergantung pada jenis pekerjaan, software yang digunakan, dan skala proyek.

Seorang programmer yang mengembangkan game 2D sederhana mungkin tidak membutuhkan komputer dengan spesifikasi yang sama seperti seorang 3D artist yang mengerjakan model kompleks, simulasi, atau rendering.

Begitu juga seorang sound designer memiliki kebutuhan perangkat yang berbeda dari seorang animator atau programmer.

Secara sederhana, kebutuhan perangkat dapat disesuaikan dengan pekerjaan:

BidangContoh PekerjaanKebutuhan PerangkatProgrammingGameplay, sistem, AICPU dan RAM yang memadai2D ArtIlustrasi, sprite, UIRAM dan layar yang nyaman3D ModelingKarakter, environment, propCPU, RAM, dan GPU yang lebih baik sesuai kebutuhanAnimationAnimasi karakter dan objekCPU, RAM, dan GPU sesuai softwareAudioMusik dan sound effectCPU, RAM, dan penyimpanan yang memadaiGame DesignGameplay, level, balancingPerangkat yang mampu menjalankan game engineQATesting dan debuggingPerangkat yang sesuai dengan target gameProductionManajemen proyek dan komunikasiPerangkat untuk menjalankan tools kerja dan komunikasi

Dengan demikian, seseorang tidak harus memiliki komputer kelas atas untuk mulai belajar game development. Yang lebih penting adalah menyesuaikan perangkat dengan pekerjaan dan proyek yang sedang dikerjakan.

3. Spesifikasi Tinggi Bukan Satu-Satunya Penentu

Komputer dengan spesifikasi tinggi memang dapat membantu pekerjaan tertentu, terutama ketika menangani proyek 3D yang kompleks, rendering, simulasi, atau proyek dengan skala besar.

Namun, spesifikasi perangkat bukan satu-satunya faktor yang menentukan kemampuan seorang developer.

Kemampuan menggunakan software, memahami konsep dasar, melakukan optimasi, mengatur aset, dan menyelesaikan masalah juga sangat penting.

Sebagai contoh, dua orang dapat menggunakan komputer dengan spesifikasi yang sama tetapi memiliki produktivitas yang berbeda karena tingkat pengalaman, keterampilan, dan cara kerja mereka berbeda.

Karena itu, spesifikasi perangkat sebaiknya dipandang sebagai alat pendukung, bukan pengganti kemampuan.

4. Banyak Bidang yang Bisa Dipilih

Luasnya dunia game development memberikan banyak pilihan bagi orang dengan kemampuan dan minat yang berbeda.

Programmer

Jika tertarik dengan logika dan pemrograman, seseorang dapat mempelajari bahasa dan teknologi yang digunakan dalam pengembangan game, seperti C#, C++, GDScript, atau bahasa lainnya.

Programmer dapat mengerjakan berbagai sistem, seperti:

  1. pergerakan karakter,
  2. inventory,
  3. sistem uang,
  4. NPC,
  5. AI,
  6. combat,
  7. save/load,
  8. multiplayer,
  9. dan berbagai mekanisme permainan lainnya.

3D Artist

Bagi yang lebih tertarik pada visual, 3D modeling dapat menjadi salah satu pilihan.

Software seperti Blender dapat digunakan untuk membuat:

  1. karakter,
  2. bangunan,
  3. kendaraan,
  4. senjata,
  5. environment,
  6. furniture,
  7. dan berbagai objek dalam game.

2D Artist

Tidak semua game membutuhkan model 3D. Banyak game menggunakan ilustrasi, sprite, pixel art, concept art, atau aset 2D lainnya.

Karena itu, kemampuan menggambar dan mengolah visual juga dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan game.

Game Designer

Game designer berfokus pada bagaimana sebuah game dimainkan.

Mereka dapat menentukan:

  1. aturan permainan,
  2. mekanisme gameplay,
  3. tingkat kesulitan,
  4. sistem reward,
  5. desain level,
  6. tujuan pemain,
  7. dan pengalaman yang ingin diberikan kepada pemain.

Audio

Suara sering kali menjadi bagian yang tidak terlihat tetapi penting dalam sebuah game.

Sound designer dapat membuat berbagai efek suara, seperti suara langkah kaki, pukulan, pintu, kendaraan, lingkungan, dan efek lainnya. Sementara itu, composer dapat membuat musik yang mendukung suasana permainan.

Quality Assurance

Quality Assurance atau QA bertugas menguji game untuk menemukan bug, masalah gameplay, masalah UI, serta berbagai masalah lainnya.

Bidang ini menunjukkan bahwa seseorang tidak harus menjadi programmer untuk dapat terlibat dalam pengembangan game.

5. Game Engine Membantu Mempercepat Pengembangan

Saat ini tersedia berbagai game engine yang dapat membantu developer membuat game tanpa harus membangun seluruh teknologi dari awal.

Beberapa game engine yang populer antara lain:

  1. Unity
  2. Unreal Engine
  3. Godot

Game engine umumnya menyediakan atau mendukung berbagai fitur seperti rendering, fisika, animasi, audio, input, UI, serta sistem lainnya.

Namun, setiap engine memiliki kebutuhan perangkat dan karakteristik yang berbeda. Pemilihan engine sebaiknya disesuaikan dengan jenis game, kemampuan tim, target platform, serta spesifikasi perangkat yang tersedia.

6. Mulai dari Perangkat yang Dimiliki

Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah menunggu memiliki perangkat yang sangat mahal sebelum mulai belajar.

Padahal, proyek dapat disesuaikan dengan kemampuan perangkat yang tersedia.

Jika komputer belum kuat menjalankan proyek 3D yang kompleks, seseorang dapat memulai dari:

  1. game 2D,
  2. low-poly 3D,
  3. prototype sederhana,
  4. game puzzle,
  5. game platformer,
  6. atau proyek dengan lingkungan yang kecil.

Cara tersebut memungkinkan seseorang memahami proses pengembangan game tanpa langsung terbebani oleh kebutuhan teknis yang besar.

Setelah kemampuan meningkat dan proyek menjadi lebih kompleks, perangkat dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kebutuhan.

7. Kemampuan Lebih Penting daripada Sekadar Perangkat

Memiliki komputer yang bagus memang memberikan keuntungan dalam beberapa jenis pekerjaan. Namun, perangkat tersebut tidak otomatis membuat seseorang menjadi game developer.

Beberapa kemampuan yang perlu dibangun antara lain:

  1. Memahami dasar pemrograman atau bidang yang dipilih.
  2. Mampu menggunakan tools yang relevan.
  3. Memahami proses pengembangan game.
  4. Mampu memecahkan masalah.
  5. Mampu bekerja dalam tim.
  6. Mampu mengatur waktu dan proyek.
  7. Mampu melakukan testing dan memperbaiki kesalahan.
  8. Memiliki kemauan untuk terus belajar.

Game development merupakan bidang yang terus berkembang. Tools, teknologi, platform, dan teknik pengembangan dapat berubah dari waktu ke waktu sehingga kemampuan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang developer.

8. Satu Orang Juga Bisa Memulai Sendiri

Pengembangan game tidak selalu harus dimulai dengan studio besar.

Seorang individu dapat membuat game sendiri